Bulan Madu ala Bolang

Ngebolang kali ini ke Sulawesi Selatan sama mas bojo dengan iten yang cuma awang2 dan hotel yang dibooking cuma 1 malam aja. Sisanya asli bolang dan dadakan.

HARI 1

Berangkat dengan flight Garuda JOG-UPG jam 8 pagi WIB mendarat pukul 11.05 WITA. Ekspektasi awal flightnya dengan pesawat yg ada tvnya jadi bisa nonton. Ternyata pesawat explore tanpa ada tvnya. Yowes lah, nasib.

Dari bandara ke Makassar naik Damri, 27ribu. Lumayan macet dan panas. Hampir 2 jam sampai ke Aston. Dari Aston ke Hotel Travellers Phinisi naik grab. Untungnya cuma book 1 malam aja di hotel ini karena resepsionisnya zonk.

Selama di Damri nyari-nyari rentalan motor. Karena kebetulan KTPku dan pak suami belum eKTP, apalagi KTPku hilang dan SIM paksu hilang, susah banget nyari rentalan motor yang mau ngelepas motornya. Akhirnya ada 1 rentalan yang didapet dari OLX mau minjemin motor dengan modal NPWP. Biayanya 100ribu per 24 jam ditambah 30ribu untuk antar jemput (Fad rental motor +62 823-4820-2229).

Pertama cus ke Mie Titi di jalan irian. Porsi mie titi dan mie hokyannya super jumbo.

Habis itu pergi ke Beta laundry yang layanan supercepat tapi supermahal. 2 jam aja tapi 2 kg 40ribu. Ya sudah lah ya.

Lanjut lagi ke Rammang Rammang naik motor kira2 2 jam dengan pemandangan penjual duren di kanan kiri yang menggoda iman. Sampai di Rammang Rammang, naik perahu ke Taman Batu dengan biaya 70ribu melewati sungai dengan pohon nipah di sisi sungai. Di Taman Batu mulai gerimis. Setelah foto2 dan lihat2 sebentar, kami mampir ke rumah kakek penjaganya. Rumahnya beratap nipah, lantainya batu, ditemani 5 kucing. Si kakek cerita tentang Rammang Rammang yang ternyata artinya awan. Karena di jaman dahulu desa ini selalu terlihat ditutupi awan. Setelah ngobrol 30menitan, kami naik perahu balik hujan2an tapi mulai reda. View Rammang Rammang jadi terlihat misty dan syahdu karena kabut yang terangkat setelah hujan.

Arah pulangnya ke Makassar kami mampir beli duren. Duren kecil2 harganya 25ribu untuk 3 buah kecil yang rasanya muanis.

HARI 2

Agenda hari ke 2 ke Pulau Selayar yang diputuskan di malam hari pertama. Setelah tanya dan browse sana sini, kami dapat nomor Bus Aneka Sejahtera (081243734777) yang berangkat dari terminal Mallengkeri ke Pulau Selayar pukul 9 pagi seharga 150ribu. Busnya bagus dan nyaman. Seharusnya bisa tiba di Selayar (kota Benteng) isya. Tetapi gara2 feri yang ngetem (jadwal jam 16.00 tapi aktual berangkat pukul 18.30an) jadinya tiba di kota Benteng malem banget. Dari Tanjung Bira feri berangkay pukul 18.30, tiba di Pamatata jam 20.30. Lanjut perjalanan bus hingga pukul 22.00 ke terminal. Dari terminal, kami dijemput sama rental motor pakai mobil ke hotel dan si Bapak ini sudah mengantar motornya ke hotel. Servisnya pol banget. Rental Berlian (+6285255657483). Dulu Berlian adalah nama hotel (bangunannya masih ada) tapi sudah ga beroperasi lagi. Harga rentalnya 50 ribu per 24 jam. Kami menginap di Hotel Syafira kamar superior 350ribu tetapi dikasih kamar VIP seharga 600ribu. Alhamdulillah rejeki anak soleh dan solehah.

Malam itu kami makan di Taman Pelangi, 2 menit dari hotel. Sayur ikannya enak banget.

HARI 3

Agenda hari ke3 adalah diving dan snorkeling. Pengen nyobain diving karena belum pernah. Agendanya ke Pulau Gusung karena kami divers pemula dan waktunya cuma singkat. Untuk diving dan snorkel bisa menghubungi Pak Hari (085299015987). Untuk sewa perahu ke Pak Daeng Tison (0813-5563-9150). Tapi kalau mau menghubungi Pak Hari aja sudah cukup karena dia yang akan mencarikan perahunya. Harganya sama aja kok.

Sewa perahu 400ribu. Diving 500ribu per orang untuk alat, pemandu, foto dan makan siang. Alat snorkel 75ribu per orang.

Kami berangkat pukul 10 dan diving sampai pukul 3 sore ke 2 spot. Kami dibawa mampir ke Desa Gaogao di Pulau Gusung untuk minum kelapa muda yang diambil dari kebun kelapa disana. Kami ber2 minum 6 kelapa lebih.hehe.

HARI 4

Advertisements

Vietnam

3 hari Hanoi

1 hari Ha Long bay

1 hari Ho Chi Minh city

WHAT I LOVE?

1. Vietnamese coffee with coconut milk. Yummyyyyy. I am not a big fan of coffee, but Vietnamese coffee makes me a big fan of Vietnamese coffee. Bitter, sweet, and caramel taste of coconut milk. It’s a perfect thing to sip everyday

2. Vietnamese interior design. I loooovvvveeee the design so much. It is a smart way to beautify small spaces. Most of Vietnamese house that I see (and I rented) are small and stack in a tall apartment. It looks like a slum area, but once you enter the house your eyes will see something cute, beautiful, and live.

Malacca/ Malaka/ Melaka

Surprisingly, Malaysia is full of unfriendly people. Orangnya galak-galak, ga nemu yg ramah. So is Vietnam. Therefore maybe Indonesians are too friendly.hahah. Not a bad thing.

Tapi makanannya JUARA! Laksa, nasi lemak, roti cane, teh tarik, are my favorite. Semua dong! Wkwkw.

Foto menyusul