Trip to Sabang -Part 2-

Sudah hampir sebulan lalu saya ke Sabang, tapi baru sekarang saya tulis lanjutan ceritanya.haha. Maklum. Suka ngantuk kalo lagi nulis blog.

Hmmm ceritanya waktu itu samapi saya uda di Medan dan mau terbang ke Aceh.
image

1. MEDAN-ACEH
Kami naek pesawat ke Aceh pukul 11.00. Entah karena rute baru atau jalur sepi, keberangkatan pesawat bahkan lebih awal 10 menit dari jadwal. Ada pemandangan yang mengesankan waktu di pesawat sebelum landing di Banda Aceh. Sebelum landing, pesawat memutar jalur ke bagian utara Aceh dimana banyak pulau di bawahnya. Dari pesawat, laut dan pulaunya terlihat sangat keren. Ada gradasi warna laut dari kuning, hijau, biru muda, dan biru tua. Di antara laut itu tersebar beberapa pulau kecil. Kereeeennn bangeeettttt!!! Lebih keren dari pemandangan dr pesawat manapun yg pernah saya lihat.

2. BANDARA BTJ-PELABUHAN ULEE LHEUE
Sesampainya di bandara, saya agak2 bingung karena bandaranya sepi. Tapi begitu keluar ke lobi, banyak sopir taxi yg menunggu. Yang dimaksud taxi disini adalah avanza atau kijang. Teman saya yang bisa bahasa Aceh langsung menawar. Kami ber 7 harus naik 2 mobil. Ongkos satu mobilnya adalah 90rb sampai ke pelabuhan Ulee Lheue (baca: ulele). Di pelabuhan kami makan mie Aceh sambil menunggu keberangkatan kapal lambat. Ternyata kami terlambat ngantri tiket sehingga tiket yang ada tinggal yg bisnis, ekonomi habis. Harga tiket bisnis 26000. Saya sarankan untuk beli tiket ekonomi saja karena tempat duduk bisnis tidak enak. Kita tidak bisa menikmati pemandangan laut di tempat duduk bisnis. Biarpun kami punya tiket bisnis, tempat duduk sudah full dan kami memilih di buritan. Disana ada tempat duduk dan penjual makanan. Saya kaget ketika teman saya membeli kue seharga 1000. Saya pikir feri wisata ini seperti feri banyuwangi-gilimanuk yg harga makanannya relatif mahal.
image

3. PELABUHAN SABANG-IBOIH
Dengan feri lambat, perjalanan ditempuh selama 3 jam. Jadwal keberangkatan feri lambat adalah pukul 14.00 dari Ulee Lheue. Pelabuhan di Sabang untuk feri lambat adalah di kota Sabang (bagian utara). Apabila kita naek feri cepat, perjalanan selama 45 menit dan pelabuhannya di Balohan (bagian selatan). Feri cepat lebih kecil daripada feri lambat. Dan di feri cepat, space untuk berdiri/ nongkrong liat laut tidak sebesar feri lambat. Secara pribadi, saya lebih suka naik feri lambat karena bisa menikmati pemandangan.

Saya sudah book transport yang menjemput kami dari pelabuhan ke Iboih (tempat kami menginap). Tarif yang diminta adalah 250rb untuk menjemput. Mobilnya semacam L300 yang bisa diisi 12 orang, tanpa AC. Harga ini relatif murah dibandingkan dengan yang saya baca si web.

Perjalanan ditempuh selama 40 menit dari kota Sabang ke Iboih.
image

4. IBOIH
Kami tiba di Iboih sekitar pukul 6 sore dan masih terang benderang disana. Di Iboih, saya book penginapan yang bernama Siti Rubiah. Penginapan ini belum ada di internet. Sebenernya sempat ragu waktu book nya karena fotonya gak ada di internet dan belom ada review mengenai penginapan ini. Berhubung penginapan lain yang ada contact numbernya dan under budget sudah dihubungi dan full booked, akhirnya saya book juga penginapan ini. Harganya 200rb (fan, kamar mandi dalam, tv, dispenser). Bangunannya masi baru dan menghadap laut. Masih bersih, dan cukup luas. Kami menempati 1 kamar untuk 3 orang. Kasurnya king size jadi untuk kami bertiga pun masi luas. Saya RECOMMEND penginapan ini apabila ada yg mau nginap di Iboih.
image

Malamnya kami tidak ada kegiatan karena sudah terlalu capek. Kami makan malam di sebelah penginapan, namanya D&D. Menunya adalah ikan bakar. Harganya menurut saya lebih mahal. Biasanya saya makan ikan kerapu goreng di D’Cost harganya 30rb sedangkan disini harganya 40rb. Dengan ukuran ikan yang sama. Padahal pinggir laut. Makan malam kami habis 300ribu untuk 8 orang. Lumayan laah. Untuk rasanya menurut saya si enak. Entah memang enak, entah karena lapar.hahaha. Setelah makan, kami jalan jalan di pantai dan ke dermaga. Hanya dengan sinar bulan saja kami bisa lihat air lautnya sangat bening.

Besok paginya kami batal melihat sunrise karena hari hujan. Sebelum melanjutkan petualangan, kami makan masi uduk di pinggir pantai. Harganya 10rb dan harga teh manis 4rb.

5. SNORKLING DI PULAU RUBIAH
Agenda hari ini adalah SNORKLING!! Yeeyy!! Berhubung ini akan jadi pengalaman pertama saya, saya excited sekali.
image

Pertama kami mencari tempat penyewaan alat snorkling. Di sepanjang pantai Oboih banyak tempat penyewaan. Kami dapatkan harga 35rb untuk satu set lengkap alat snorkling (goggles, pelampung dan kaki katak). Kami juga menyewa kamera bawah laut seharga 150ribu. Harga penyewaan disini tidak dihitung per jam tetapi sepuasnya. Untuk menuju pulau Rubiah, dimana kami akan snorkling, kami sewa perahu. Ada 2 macam perahu disini, perahu biasa dan perahu akuarium. Kapasitas masing masing perahu adalah 10 orang. Tarif perahu biasa adalah 150rb sedangkan perahu akuarium 250rb. Ini adalah tarif ‘drop’, hanya antar-jemput Iboih-Rubiah. Tapi kalo kita ingin mengelilingi pulau Rubiah, tarifnya tambah 50rb. Kami pilih perahu akuarium dan keliling (300rb). Di belakang pulau Rubiah kita bisa liat pulau Seulako. Terumbu karangnya pun beda beda. Ada yang cantik, tapi ada juga yang rusak diterjang tsunami. Selain terumbu karang, banyak sekali ikan warna warni, bintang laut dan landak laut di bawah. Kereeeennn!!! Allah Maha Kuasa menciptakan ribuan jenis makhluk di laut yang sangat membuat kagum. Subhanallah.
Sesampainya si Pulau Rubiah, perahu kembali lagi ke Iboih. Sistem perahu disini seperti taxi. Apabila kita sudah selesai di Pulau Rubiah, kita telpon perahu kita untuk menjemput.

Di pulau Rubiah kami menyewa seorang guide snorkling dengan tarif 80rb. Kami diajari bagaimana cara bernafas pada saat snorkling. Dia juga menunjukkan spot spot bagua untuk snorkling dan foto. Dan subhanallah lagi, kehidupan bawah laut sangat breath taking. Luar biasa bagusnya. 3 jam snorkling rasanya sudah cukup. Dan capek. Setelah makan mie rebus kami kembali ke Iboih.
image

image

6. TUGU KM 0
Sorenya kami menuju ke tugu KM 0 dengan menyewa mobil yang menjemput kami dari pelabuhan. Tarifny sekarang 150rb untuk 1 mobil. Dari penginapan ke KM 0 dekat, kurang dr setengah jam.
image

The best view in KM 0 adalah sunset. And we got sunset here.

image

Saya juga beli serifikat KM 0 seharga 25rb disini.
image

Malamnya kami makan nasi campur di sekitar penginapan. Harganya 10rb. Woow akhirnya ada makanan murah disini 🙂

It was the last night in Iboih.

Paginya kami rental mobil karena rencananya kami akan ke Kota Sabang dengan menyusuri pulau Sabang. Kami dapat mobil seharga 450 ribu (24 jam, avanza, excl driver and fuel).

7. AIR TERJUN ANEUK LAOT
Lokasinya 15 menit dari Iboih (tanpa nyasar). Kami parkir mobil sekitar 1km dr belokan jalan raya. Perjalanan dilanjutkan dengan jalan kaki yang ternyata jauh. Kami jalan mungkin sekitar 1 km. Makin ke dalam, medannya sungai berbatu besar. Dan tidak adanya akses mudah untuk tiba di air terjun tersebut, terpaksa kami menyusuri sungai dan batu besar. Perjalanan memakan waktu setengah jam dengan perjuangan besar dan ekstra hati hati supaya tidak terpleset. Akhirnya kami menemukan air terjun di balik tebing. Setinggi 5-8 m mungkin. Setelah foto2, kami langsung kembali ke mobil.
image

-to be.continued to part 3-

Advertisements

2 thoughts on “Trip to Sabang -Part 2-

  1. makasi atas info yg lengkap mba ade. 🙂
    berhubung saya dan kawan” jga akan mengunjungi pulau weh dalam wktu dekat tp blm mendapat penginapan, kami tertarik dgn penginapan hotel siti rubiah, btw, mba da contact personnya? thx

    • Dear Fennie,
      Yang punya Siti Rubiah Bungalow namanya Pak Jafar. Berikut nomernya 085275789552.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s